Kamis, 19 Juni 2014

Ke Bukit Bintang Hanya Modal Selembar Kertas Biru

Travelling cuma butuh Rp 50.000 itu udah biasa gue jalanin, selagi gue anak kos rantauan apapun bisa gue ubah jadi fun walaupun cuma ngabisin kocek Rp 50.000 doang. Perkenalan dulu, nama gue Stella ,gue adalah anak rantau dari Palembang yang sekarang berdomisili di Malang untuk kuliah di Universitas Brawijaya dan gue cuma bisa gigit jari kalau udah ketemu yang namanya hari pitnas “Hari Kejepit Nasional”, temen-temen gue yang pada dasarnya origin di Provinsi Jawa Timur pada pulang, tinggal gue kepincut gak tau harus kemana buat ngabisin waktu liburan itu. Alhasil akhirnya gue muncul ide buat ke Paralayang di Kota Batu yaitu 15 km sebelah barat kota Malang. Paralayang adalah salah satu tempat yang difavoritkan para turis dan para pengunjung sekitar. Tempatnya disebut dengan bukit bintang.  Tidak hanya sendirian gue juga mengajak ke 3 teman gue, yaitu Latifah, Alfian, dan Boim. Setelah rapat mengenai perjalanan ini akhirnya kami memutuskan malam itu juga kami pergi ke sana.  Akhinya jam menunjukkan pukul 18.40 tepat setelah azan isya, Ipeh datang ke kos gue. Lalu kita menunggu kedua teman kita yang sedang di perjalanan menuju kosan gue.





Setelah Alfian dan Boim datang kami langsung meluncur dengan menggunakan Motor Yamaha Scoopy kesayangan gue menuju SPBU untuk mengisi energi terebih dahulu untuk si Scoopy kesayangan gue dan juga mengisi bensin motor temen gue.  Masing-masing kami mengisi dengan harga dan liter yang sama yaitu senilai Rp 20.000. Uang  yang digenggam tinggal Rp 30.000 lagi, tanpa berlama-lama gue dan Latifah yang biasa dipanggil Ipeh bersama temen gue Alfian dan Boim menuju ke Paralayang.  
Tetapi sebelum ke Paralayang ternyata salah satu temen gue recomend untuk makan terlebih dahulu, yaitu makanan khas kota Batu yang biasa dikenal dengan “Ketan Legenda”, Ketan Legenda ini adalah salah satu menu favorit kita. Dan yang enaknya lagi, ketan ini sangat mengerti keadaan mahasiswa. Hanya dengan Rp 5.000 saja gue dan temen-temen udah bisa makan ketan keju yang super duper enak.  Setelah menganjal perut dengan ketan gue dan temen-temen sepakat untuk berjalan-jalan dulu di alun-alun Batu dan kami main bianglala di sana yang lokasinya tidak jauh dari pos ketan legenda. Dan itu hanya menghabiskan uang Rp 3.000 aja loh, kita udah bisa have fun bareng anak-anak ngeliat kota Batu dari atas bianglala.
Bianglala cukup menarik perhatian kami untuk tetap berada di sana dan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 08.00 lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Paralayang yang cukup curam dan gelap, hanya saja ini kami jadikan suatu yang challenging karena kami berempat sangat menyukai petualangan. Setelah sekitar 45 menit perjalanan akhirnya kami sampai di Paralayang, begitu senang nya gue, Ipeh, Alfian dan Boim melihat bukit bintang yang begitu cantik. Hamparan lampu yang menjelma seperti bintang itu adalah menjadi titik klimaks dari perjalanan kami. Dan  rasanya waktu itu gue mau teriak “Tonight is the most wonderful night I’ve ever had, Thaaaaanks god!” . Dan yang menjadi sangat spesial bagi mahasiswa itu untuk masuk ke bukti bintang ini hanya menghabiskan Rp 5000/orang nya. Alhasil gue masih punya Rp 17.000 lagi. Ini salah satu photoshoot gue bareng my lovely Ipeh.




Malem itu bener-bener malem yang paling challenging dan fun banget, gak terasa semakin larut kabut juga semakin turun. Berhubung kami berada di puncak yang cukup tinggi tak heran kalau angin malam makin menusuk kulit kami, dan akhirnya kami memutuskan ke pos rumah makan yang sederhana untuk membeli  secangkir susu hangat untuk sedikit menghangatkan badan kami.  Gue membeli susu hangat dengan harga Rp 3000. Lagi- lagi uang gue dipotong dan di dompet gue tinggal 1 lembar 10 ribu, dan 2 lembar uang 2 ribu. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul  09.30 malam akhirnya kami memutuskan untuk pulang, Motor Yamaha Scoopy gue yang setia menemani  akhirnya meluncur meninggalkan bukit bintang yang nan indah itu. Di perjalanan gue ngeliat dompet ternyata duit gue masih Rp 14.000.
Setelah pulang dari Paralayang, trip yang terakhir adalah kita sepakat buat nangkring di tempat favorite kita yaitu “Mie Jogging” , Mie jogging itu salah satu tempat yang ruame nya mintak ampun di Malang, makananannya unik dan maknyus. Kita berempat memesan menu favorite kita yaitu “Mi Sesuatu dan Mi Tomyam” , Mie sesuatu itu mi yang diatas piring pakai pangsit dan mi tom yam adalah mi dengan kuah dan bakso ikan. Keduanya memiliki level cabai yang bisa kita pilih. Pokoknya mantap deh ! Dan yang kalian mesti tau harga nya tidak lebih dari Rp 10.000 untuk mie sesuatu dan Rp 12.000 untuk Mie Tomyam. Dan gue memesan Mie sesuatu dan air mineral. Dan itu hanya menghabiskan kocek senilai  Rp 12.000. Itu artinya duit gue masih sisa Rp 2.000 lagi. Ini Photoshoot “Mie Sesuatu dan Mie Tomyam”


Ini adalah perjalanan trip gue  yang paling asik, mulai dari challenging, fun, seru, tegang, dingin, sampe kelaperan juga dan yang paling penting gue bisa sebegitu have fun Cuma dengan Rp 50.000 dan gue akan lebih bahagia lagi kalau Yamaha Scoopy gue naik level jadi Yamaha Fino Fi  yang terbukti lebih irit  dan paling mengerti sama keadaan anak kos yang serba hemat. 

            
Yamaha Scoopy  
  

NAIK LEVEL JADI




       Yamaha Fino Fi 

Totally, I really love this trip and I couldn’t to forget this trip ! Much love ! Selain pengalaman gue, lo juga bisa liat video Fino FI dibawah ini hanya dengan Rp 50.000 kita udah bisa have fun bareng temen, bersama motor Yamaha Fino FI kemana pun asyik!

link video viral Fino Fi : http://www.youtube.com/watch?v=XdI1CHTM4Mw


          
www.kemanapunasyik.com

0 komentar:

Posting Komentar