Travelling cuma butuh Rp 50.000 itu udah biasa gue jalanin, selagi gue anak kos rantauan
apapun bisa gue ubah jadi fun walaupun cuma ngabisin kocek Rp 50.000 doang. Perkenalan
dulu, nama gue Stella ,gue adalah anak rantau dari Palembang yang sekarang
berdomisili di Malang untuk kuliah di Universitas Brawijaya dan gue cuma bisa
gigit jari kalau udah ketemu yang namanya hari pitnas “Hari Kejepit Nasional”,
temen-temen gue yang pada dasarnya origin di Provinsi Jawa Timur pada pulang,
tinggal gue kepincut gak tau harus kemana buat ngabisin waktu liburan itu.
Alhasil akhirnya gue muncul ide buat ke Paralayang di Kota Batu yaitu 15 km
sebelah barat kota Malang. Paralayang adalah salah satu tempat yang difavoritkan
para turis dan para pengunjung sekitar. Tempatnya disebut dengan bukit
bintang. Tidak hanya sendirian gue juga mengajak
ke 3 teman gue, yaitu Latifah, Alfian, dan Boim. Setelah rapat mengenai
perjalanan ini akhirnya kami memutuskan malam itu juga kami pergi ke sana. Akhinya jam menunjukkan pukul 18.40 tepat
setelah azan isya, Ipeh datang ke kos gue. Lalu kita menunggu kedua teman
kita yang sedang di perjalanan menuju kosan gue.
Setelah Alfian
dan Boim datang kami langsung meluncur dengan menggunakan Motor Yamaha Scoopy kesayangan
gue menuju SPBU untuk mengisi energi terebih dahulu untuk si Scoopy kesayangan
gue dan juga mengisi bensin motor temen gue.
Masing-masing kami mengisi dengan harga dan liter yang sama yaitu
senilai Rp 20.000. Uang yang digenggam
tinggal Rp 30.000 lagi, tanpa berlama-lama gue dan Latifah yang biasa dipanggil
Ipeh bersama temen gue Alfian dan Boim menuju ke Paralayang.
Tetapi sebelum
ke Paralayang ternyata salah satu temen gue recomend untuk makan terlebih
dahulu, yaitu makanan khas kota Batu yang biasa dikenal dengan “Ketan Legenda”,
Ketan Legenda ini adalah salah satu menu favorit kita. Dan yang enaknya lagi,
ketan ini sangat mengerti keadaan mahasiswa. Hanya dengan Rp 5.000 saja gue dan
temen-temen udah bisa makan ketan keju yang super duper enak. Setelah menganjal perut dengan ketan gue dan
temen-temen sepakat untuk berjalan-jalan dulu di alun-alun Batu dan kami main
bianglala di sana yang lokasinya tidak jauh dari pos ketan legenda. Dan itu
hanya menghabiskan uang Rp 3.000 aja loh, kita udah bisa have fun bareng
anak-anak ngeliat kota Batu dari atas bianglala.
Bianglala
cukup menarik perhatian kami untuk tetap berada di sana dan tidak terasa jam
sudah menunjukkan pukul 08.00 lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Paralayang
yang cukup curam dan gelap, hanya saja ini kami jadikan suatu yang challenging
karena kami berempat sangat menyukai petualangan. Setelah sekitar 45 menit
perjalanan akhirnya kami sampai di Paralayang, begitu senang nya gue, Ipeh, Alfian
dan Boim melihat bukit bintang yang begitu cantik. Hamparan lampu yang menjelma
seperti bintang itu adalah menjadi titik klimaks dari perjalanan kami. Dan rasanya waktu itu gue mau teriak “Tonight is
the most wonderful night I’ve ever had, Thaaaaanks god!” . Dan yang menjadi
sangat spesial bagi mahasiswa itu untuk masuk ke bukti bintang ini hanya
menghabiskan Rp 5000/orang nya. Alhasil gue masih punya Rp 17.000 lagi. Ini
salah satu photoshoot gue bareng my lovely Ipeh.
Malem itu
bener-bener malem yang paling challenging dan fun banget, gak terasa semakin
larut kabut juga semakin turun. Berhubung kami berada di puncak yang cukup
tinggi tak heran kalau angin malam makin menusuk kulit kami, dan akhirnya kami
memutuskan ke pos rumah makan yang sederhana untuk membeli secangkir susu hangat untuk sedikit
menghangatkan badan kami. Gue membeli
susu hangat dengan harga Rp 3000. Lagi- lagi uang gue dipotong dan di dompet
gue tinggal 1 lembar 10 ribu, dan 2 lembar uang 2 ribu. Tidak terasa jam sudah
menunjukkan pukul 09.30 malam akhirnya
kami memutuskan untuk pulang, Motor Yamaha Scoopy gue yang setia menemani akhirnya meluncur meninggalkan bukit bintang
yang nan indah itu. Di perjalanan gue ngeliat dompet ternyata duit gue masih Rp
14.000.
Setelah pulang
dari Paralayang, trip yang terakhir adalah kita sepakat buat nangkring di
tempat favorite kita yaitu “Mie Jogging” , Mie jogging itu salah satu tempat
yang ruame nya mintak ampun di Malang, makananannya unik dan maknyus. Kita
berempat memesan menu favorite kita yaitu “Mi Sesuatu dan Mi Tomyam” , Mie
sesuatu itu mi yang diatas piring pakai pangsit dan mi tom yam adalah mi dengan
kuah dan bakso ikan. Keduanya memiliki level cabai yang bisa kita pilih.
Pokoknya mantap deh ! Dan yang kalian mesti tau harga nya tidak lebih dari Rp
10.000 untuk mie sesuatu dan Rp 12.000 untuk Mie Tomyam. Dan gue memesan Mie
sesuatu dan air mineral. Dan itu hanya menghabiskan kocek senilai Rp 12.000. Itu artinya duit gue masih sisa Rp 2.000 lagi. Ini Photoshoot “Mie Sesuatu dan Mie Tomyam”
Ini adalah
perjalanan trip gue yang paling asik,
mulai dari challenging, fun, seru, tegang, dingin, sampe kelaperan juga dan
yang paling penting gue bisa sebegitu have fun Cuma dengan Rp 50.000 dan gue
akan lebih bahagia lagi kalau Yamaha Scoopy gue naik level jadi Yamaha Fino Fi yang terbukti lebih irit dan paling mengerti sama keadaan anak kos
yang serba hemat.
Yamaha Scoopy
NAIK LEVEL JADI
Yamaha Fino Fi
Totally, I really love this trip and I couldn’t to forget
this trip ! Much love ! Selain pengalaman gue, lo juga
bisa liat video Fino FI dibawah ini hanya dengan Rp 50.000 kita udah bisa have
fun bareng temen, bersama motor Yamaha Fino FI kemana pun asyik!
link video viral Fino Fi : http://www.youtube.com/watch?v=XdI1CHTM4Mw
www.kemanapunasyik.com






.jpeg)